Selasa, 23 April 2013

Istiqomah obat ketenangan jiwa seorang mukmin


Di antara ayat yang menyebutkan keutamaan istiqomah adalah firman Allah Ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا 
وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)




Dari Abu ‘Amr atau Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdillah, beliau berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ – وَفِى حَدِيثِ أَبِى أُسَامَةَ غَيْرَكَ – قَالَ « قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ ».


“Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ajarkanlah kepadaku dalam (agama) islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain setelahmu [dalam hadits Abu Usamah dikatakan, "selain engkau"]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah: “Aku beriman kepada Allah“, kemudian beristiqamahlah dalam ucapan itu.”[HR. Muslim)

Ibnu Rajab mengatakan, “Wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini sudah mencakup wasiat dalam agama ini seluruhnya.”

Arti Istiqomah :
Kata ‘Istiqomah’ secara bahasa berarti tegak dan lurus. Sedangkan secara istilah, para salafus shalih memberikan beberapa definisi, Istiqomah adalah anonim dari thughyan (penyimpangan atau melampaui batas). Ia bisa berarti berdiri tegak di suatu tempat tanpa pernah bergeser, karena akar kata istiqomah dari kata “qaama” yang berarti berdiri. Maka secara etimologi, istiqamah berarti tegak lurus.

Sesuatu yang tegak dan lurus adalah suatu yang bersifat kokoh seperti sebuah batang pohon, ia tidak pernah bergeser karena akarnya yang kuat munghujam kedalam bumi. 

Sebuah batang pohon yang tegak dan lurus ia tidak akan mudah dipatahkan atau dirobohkan oleh sebuah angin karena akar nya menopangnya untuk dapat bertahan dari angin.

Akar nya inilah diibaratkan sebuah aqidah yang dimiliki oleh seorang mukmin, dan iapun selalu berpegang teguh atasnya, mengikatnya, bahkat menggigitnya kuat-kuat agar tidak mudah digoyahkan oleh hawa nafsu dan musuh yang selalu ingin merobohkannya.

kemudian dengan kekuatan akar aqidahnya ini ia terus tumbuh  besar dan kokoh dan pada akhirnya memberikan manfaat/kenyamanan atas orang lain dengan dahan kebaikannya yang rimbun dan juga dengan buah keimanannya yang dapat dinikmati oleh orang banyak.

Begitulah istiqomah di ibaratkan sebuah pohon yang selalu berdiri tegak yang dengannya mampu memberikan kenyamanan kepadanya karena dengannya tidak perlu takut karena tertimpa atau bergeser dari tempatnya karena akarnya yg kuat.

 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ, أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Ahqaf: 13-14)

inilah ketenangan jiwa yang dimiliki seorang mukmin.

Wallahu'alam...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar