Kamis, 18 April 2013

Doa adalah kekuatan bagi para pencari keadilan


Menurut bahasa doa berasal dari Bahasa Arab الدعاء yang merupakan bentuk masdar dari mufradداعى yang memiliki bermacam-macam arti. Dalam kamus Bahasa Arab di bawah judul huruf د, ع, وdisebutkan sebagai berikut:
1. داعى, يدعو, دعوة artinya menyeru, memanggil.
2. داعي, يدعو, دعاء artinya memanggil, mendoa, memohon, meminta.
3. Dalam bentuk jama’nya ادعية artinya doa, permohonan, permintaan.
Dan الدعاء adalah bentuk masdarnya, yang pada umumnya diartikan sebagai suatu keinginan yang besar kepada Allah SWT dan pujian kepadaNya.
Sedangkan menurut istilah / syariat, doa adalah memohon atau meminta sesuatu kepada Allah SWT dengan merendahkan diri dan tunduk kepadaNya.
Allah Azza wa Jalla berfirman;
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ‌ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ‌ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah : 186).

Asbabunnuzul dari ayat ini (S. 2: 186) turun berkenaan dengan sabda Rasulullah SAW: "Janganlah kalian berkecil hati dalam berdoa, karena Allah SWT telah berfirman "Ud'uni astajib lakum" yang artinya berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku mengijabahnya) (S. 40. 60). Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Wahai Rasulullah! Apakah Tuhan mendengar doa kita atau bagaimana?" Sebagai jawabannya, turunlah ayat ini (S. 2: 186) 
(Diriwayatkan oleh Ibnu 'Asakir yang bersumber dari Ali.)

Menurut riwayat lain, setelah turun ayat "Waqala rabbukum ud'uni astajib lakum" yang artinya berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku mengijabahnya (S. 40: 60), para shahabat tidak mengetahui bilamana yang tepat untuk berdoa. Maka turunlah ayat ini (S. 2: 186) 
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari 'Atha bin abi Rabah.)


Sungguh Maha halus dan kasihnya Allah kepada hamba-hambanya yang beriman yang memohon kepadaNya. Ketika hamba-hambanya yang beriman menanyakan kapan datang pertolongan Allah kepadanya, maka Allah menjawabnya dengan kalimat "sungguh aku dekat" yang bermakna pasti aku akan mengabulkan doa-doa kalian. karena sesuatu yang dekat lebih memberikan kenyamanan dibandingkan sesuatu yang jauh. Seperti pebandingan jarak dekat dengan jarak jauh, tetangga dekat dengan tetangga jauh, saudara dekat dengan saudara jauh dst.
Al-Hafizh Ibnu Katsir menyatakan dalam tafsirnya, Allah tidak akan menolak permintaan orang yang berdoa, dan tidak ada sesuatu pun yang menyibukkan Dia dari memperhatikan doa hamba-Nya, bahkan Dia Maha Mendengar doa. Di sini ada penekanan, dorongan dan anjuran untuk berdoa, karena doa itu tidaklah disia-siakan di sisi Allah. (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 1/284)
itulah kekuatan doa, ia dapat menjadi senjata bagi orang-orang yang beriman. dan sekaligus  menjadi penenang baginya, yang memberikan kesegaran atas dahaganya, kelapangan atas kesempitannya, keberadaan atas kekosongannya, dan jawaban atas persoalan-persoalan yang akan dihadapinya, yang sedang dihadapinya serta setelah menghadapinya. 
Wallahu'alam bishowab..



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar